Halo sobat MGM!

Bagaimana kabar kalian dalam menyambut perayaan natal kali ini? Semoga semuanya baik dan sehat-sehat ya. Di saat menyambut natal dan tahun baru, kami ingin membagikan informasi-informasi yang cukup menarik nih. Di berbagai belahan dunia terdapat tradisi-tradisi dan cara-cara dalam merayakan natal dan tahun baru yang melimpah. Informasi-informasi ini kami kumpulkan karena kami penasaran dengan cara negara-negara lain dari berbagai belahan dunia merayakan dan menyambut natal serta tahun baru. Nah, kami berbagi informasi ini dengan tujuan, selain berbagi wawasan, juga untuk berbagi kebahagiaan yang sedang dirayakan di seluruh dunia.

Salah satu dari berbagai negara yang merayakan Natal dan tahun baru, adalah Filipina. Di Filipina salah satu tradisi untuk merayakan natal adalah Simbang Gabi, yaitu tradisi dimana sembilan hari berturut-turut misa malam menjelang natal, yang dimulai pada tanggal 16 sampai 24 Desember.

Untuk tradisi menyambut tahun baru yang akan mendatang, masyarakat di Filipina menggunakan benda bulat sebagai simbol harapan untuk kemakmuran dan kekayaan di tahun. Dengan menyimpan koin, yang biasanya disimpan di dalam saku, hal ini bertujuan untuk menjaga agar uang tetap mengalir di tahun depan.

Di Benua Eropa sendiri, tepatnya di Jerman. Terdapat tradisi dalam penyambutan Natal yang tidak kalah menarik. Tradisi saat menyambut natal yang ada di Jerman adalah Saint Nicholas Day, hari ini dirayakan pada malam tanggal 5 September. Di tradisi ini sendiri, saat malam hari, anak-anak akan meninggalkan sepatu atau sepatu bot mereka di depan perapian atau di depan pintu di malam hari, ketika di pagi hari akan menemukan hadiah-hadiah dan kudapan dari Nikolaus di sepatu tersebut.

Masyarakat-masyarakat di Jerman punya banyak cara untuk merayakan tahun baru. Salah satu dari cara-cara untuk merayakan tahun baru adalah tuang timah atau Bleigieben. Tradisi Bleigieben sendiri merupakan sejumlah kecil timah dilelehkan dalam satu sendok makan di atas api, lalu dituang ke dalam semangkuk air. Timah ini dipercaya untuk dapat mengeras menjadi bentuk yang dapat memprediksi apa yang akan terjadi di tahun baru nanti.

Diatas merupakan contoh-contoh perayaan Natal dan tahun baru dari berbagai negara. Lalu apa saja yang dilakukan masyarakat Indonesia dalam menyambut Natal dan tahun baru? Salah satu dari bentuk perayaan Natal di Indonesia adalah Marbinda dan Marhobas, kedua tradisi tersebut dilakukan setiap menjelang Batak Toba. Marbinda adalah tradisi menyembelih hewan,  sedangkan Marhobas adalah tradisi memasak hasil sembelih yang dilakukan oleh para lelaki. Tujuan dari kedua tradisi tersebut adalah mengeratkan kebersamaan masyarakat sekitar, membangun rasa gotong royong, dan sebagai wujud dari rasa syukur.

Sementara untuk salah satu tradisi atau cara masyarakat Indonesia menyambut tahun baru, dari berbagai tradisi dan cara yang ada di Indonesia adalah melepaskan lampion di Jawa Tengah. Di Jawa Tengah, lebih tepatnya di Candi Borobudur, diterbangkan ribuan lampion sebagai simbol atas harapan dan doa memohon kedamaian.

Demikian dari berbagai cara dan tradisi di berbagai belahan dunia dalam menyambut dan merayakan Natal serta tahun baru. Meskipun dirayakan dengan cara yang berbeda, natal dan tahun baru dapat menjaga kebersamaan, mendapatkan rasa syukur dan memiliki harapan untuk masa depan yang baik.

 

Editor : Catharina Apriliani D.A

Sebarkan artikel ini