Jakarta Selatan- Setelah setahun lebih belajar dari rumah, hari ini, Senin (4/10/2021) SMP Strada Marga Mulia menggelar proses pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, kegiatan PTM terbatas tersebut dilaksanakan secara bergiliran dengan waktu pembelajaran lebih singkat dari jadwal pembelajaran seperti biasanya.

Kepala SMP Strada Marga Mulia, Bapak Agapitus Triwibowo mengatakan sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jika semua siswa, guru, dan pegawai di sekolah sudah menjalani vaksinasi, sekolah boleh menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas (KBMT).

Kegiatan PTM terbatas tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, dimana siswa Kelas 7 masuk setiap hari Senin Pukul 07.30-10.10 Wib, Kelas 8 masuk setiap hari Rabu Pukul 07.300-10.10 Wib, dan Kelas 9 masuk setiap hari Jumat Pukul 07.30-10.10 Wib.

“Protokol kesehatan tetap kita terapkan secara ketat, setiap kelas sudah dipasang tanda sebagai pembatas di meja dan kursi siswa, penyemprotan kelas sebelum dan setelah proses pembelajaran, pengecekan suhu dan mencuci tangan sebelum memasuki kawasan sekolah,” kata Bapak Agapitus Triwibowo.

Prosedur pelaksanaan PTM Terbatas SMP Strada Marga Mulia, diantaranya :

  1. Kondisi kelas: jaga jarak minimal 1,5 meter serta jumlah maksimal peserta didik 15 siswa.
  2. Jadwal pembelajaran: PTM Terbatas dilaksanakan per kelas sesuai jadwal
  3. Perilaku Wajib: Guru dan peserta didik wajib menggunakan masker dengan benar selama pembelajaran, serta menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar, rajin mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan handsanitizer.
  4. Kantin: Siswa tidak diperbolehkan ke kantin. Siswa diimbau untuk membawa makanan sendiri dari rumah. Pada saat istirahat, siswa tidak diperbolhekan untuk keluar kelas, kecual ke kamar kecil.
  5. Kondisi medis: Berlaku untuk guru dan siswa harus sehat sebelum ke sekolah serta tidak memiliki gelaja covid.

Selain beberapa hal diatas SMP Strada Marga Mulia juga telah membentuk tim satgas Covid-19 yang terdiri dari semua guru dan karyawan, untuk mengontrol dan mengawasi proses PTM Terbatas.

“Sesuai instruksi Dinas Pendidikan Kota Jakarta Selatan, proses pembelajaran tatap muka ini tidak ada unsur paksaan, orangtua boleh setuju dan tidak setuju anaknya mengikuti PTM dengan membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai,” katanya.

Ia mengungkapkan siswa antusias dalam mengikuti PTM pada hari pertama, terlihat dari banyaknya siswa yang hadir dengan setiap kelas terisi 50% (15 anak) dari ketentuan jumlah siswa per kelas.

“Proses PTM yang diterapkan diatur yaitu apabila 50% dari jumlah siswa atau kelas melaksanakan PTM, maka 50% lainnya belajar secara daring. Pada hari berikutnya yang tadinya belajar melalui daring akan belajar secara tatap muka,” katanya.

“Jadi kesimpulannya para siswa belajar secara PTM tiga kali dalam seminggu dan daring juga tiga kali dalam seminggu,” kata Bapak Agapitus Triwibowo..

Bapak Agapitus Triwibowo mengatakan PTM terbatas yang dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2021 akan dievaluasi kembali pada hari Jumat,8 Oktober 2021. Dikatakannya, proses pembelajaran ini berlaku dari Kelas 7-9, tetapi untuk yang tidak bersedia tetap dilayani pembelajaran melalui daring dengan menggunakan sistem pembelajaran Blended Learning.

Walaupun demikian, menurut Bapak Agapitus Triwibowo tersebut, terdapat dua usaha yang hendaknya dilakukan, antara lain metode tatap muka dan metode online. Kedua metode ini harus diimplementasikan secara bergantian dengan tenggang waktu tertentu tanpa mengabaikan Protokol Kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Ia juga berharap agar pandemi ini segera berakhir dan proses belajar mengajar  di SMP Strada Marga mulia Kembali normal.

(RonaldzMGM)

Sebarkan artikel ini